Knowledge, News, Sport, Music, Entertaiment, etc.

BERSYUKUR MELALUI TADABUR

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang O Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. Al-Baqarah: 163-164)

Abi al-Dhuha berkata: ketika turun ayat “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa” maka orang-orang musyrik sangat kaget, lalu mereka berkata: Jika Muhammad benar-benar berkata sesungguhnya Tuhanmu adalah Tuhan yang satu, maka berikan kami tanda-tanda hal itu jika kamu memang termasuk orang yang benar, lalu Allah SWT. menjawab dengan menurunkan ayat yang selanjutnya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan

Imam Abi Bakar Ahmad bin Husain al-Baihaqi berkata: Dalam ayat ini Allah SWT. menyebutkan ciptaan-ciptaannya, pertama, Allah SWT. menciptakan langit-langit yang di dalamnya terdapat matahari, bulan, bintang-bintang, dan tata surya yang lainnya. Kedua, Allah SWT. menciptakan bumi yang di dalamnya terdapat lautan, sungai-sungai, gunung-gunung dan lain sebagainya. Ketiga, Allah SWT. menyebutkan bahwa ada perbedaan antara malam dan siang dan menjadikan salah satunya untuk mencari rizki. Keempat, Allah SWT. menciptakan lautan agar perahu dapat berlayar yang bermanfaat bagi manusia. Kelima, Allah SWT. menurunkan hujan dari langit untuk kelestarian dan kesejahteraan Negara, dengan hujan itu Allah SWT. menjadikan malam dingin dan siang panas, hal ini akan menghasilkan rizki bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan-hewan. Keenam, Allah SWT. menyebarkan di bumi semua hewan melata yang berbeda-beda baik bentuknya, tubuhnya, dan juga berbeda bahasa dan jenis. Ketujuh, Allah SWT. yang mengatur perubahan angin dan awan yang terbentang di antara langit dan bumi, apalagi angin dan awan itu bermanfaat untuk makhluk hidup. Dan semuanya itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.

Kemudian Allah SWT. memerintahkan dalam ayat yang lainnya untuk mentadaburi semua ciptaan Allah SWT., maka Allah SWT. menurunkan ayat perintah kepada Nabi Saw. “Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS. Yunus: 101)

Maksud dari ayat yang di atas Allah SWT. lebih mengetahui, baik tentang tanda-tanda sesuatu yang nampak maupun hal yang tidak nampak, hal ini karena sesungguhnya jika berandai-andai tentang isi alam ini dengan mata kepala, dan mentadaburi dengan pikiran, maka akan menemukan seperti sebuah rumah yang dibangun dengan secara sempurna untuk segala sesuatu yang dibutuhkan berupa fasilitas seperti peraalatan dan perlengkapan yang lainnya. Maka langit di atasseperti atap rumah, bumi terhampar seperti lantai, bintang dan awan seperti lampu-lampu, bunga-bunga yang berserakan seperti harta simpanan, macam-macam tumbuhan yang dipersiapkan untuk makanan, pakaian, dan kebutuhan yang lainnya, macam-macam hewan terhampar untuk kendaraan yang digunakan untuk kebaikan, dan manusia seperti raja untuk rumah yang mewah, dan dari petunjuk inilah maka jelas bahwa alam adalah makhluk yang untuk direnungkan, ditentukan, dan dipelihara.

Kemudian sesungguhnya Allah SWT. mendorong orang-orang non-Muslim untuk mentadaburi kerajaan langit dan bumi yang merupakan ciptaan-Nya, Firman Allah SWT. “Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?” (QS. Al-‘Araf: 185)

Maksud dari kata ‘bilmalakut’ adalah tanda-tanda, apakah orang non-Muslim belum melihat dengan memikirkannya dan mentadaburinya? Sehingga membawa mereka menemukan keadaan yang baru dan yang berubah-ubah atas makhluk Allah SWT. baik benda yang hidup maupun benda yang mati. Sesungguhnya sesuatu yang baru itu tidak mampu untuk menjadi pencipta alam ini, Ibrahim al-Khalil juga sependapat dengan hal ini; oleh karena itu terputuslah semua Tuhan kecuali Allah SWT. yang Maha Besar lagi Maha Pencipta “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS. Al-An’am: 79)

Sudah seharusnya lah kita sebagai seorang yang Muslim untuk selalu mentadaburi ayat-ayat Allah SWT. karena orang selain non-Muslim saja di perintah oleh Allah SWT. untuk mentadaburinya apalagi seoarang Muslim, maka wajiblah kita untuk mentadaburinya, sehingga akan menjadikan hidup kita menjadi orang yang bersyukur kepada Allah SWT., semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s